OPINI: Perlunya Regulasi Terkait Batasan Umur Penggunaan Social Media untuk Anak di Bawah Umur
Ditulis pada: 11:05 PM
FERDIBLOG - Dewasa
ini, penggunaan social media menjadi sebuah hal yang lumrah digunakan oleh
seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Melansir data dari Diskominfo Kaltim,
sebanyak 139 juta pengguna atau setara dengan 49,9% total populasi masyarakat
di Indonesia telah menggunakan social media sebagai sebuah alat untuk bertukar
informasi, mencari informasi, hingga sebagai sarana hiburan bagi sebagian
pengguna.
ilustrasi anak-anak dan remaja bermain gadget.
(freepik)
Kemudahan
mengakses social media menjadi alasan mengapa penggunanya terbilang cukup
tinggi jika dibandingkan dengan negara lainnya. Seluruh lapisan masyarakat
mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua pun kini sudah mengakses
social media dengan beragam konten yang tersedia di dalamnya.
Sayangnya,
perkembangan penggunaan social media yang pasif ini tidak diimbangi dengan
adanya sosialisasi kepada para pengguna yang berada di bawah umur. Khususnya
para anak-anak dan remaja yang rentan sekali terpapar oleh berbagai konten
negative yang hingga kini masih banyak beredar di social media tanpa adanya
pengawasan yang ketat.
Hasil Penelitian, 54 Persen Pengguna Social Media adalah Remaja dan Anak di Bawah Umur!
Berdasarkan
informasi yang dihimpun oleh RRI, sebanyak 54,1% pengguna social media di
Indonesia berada di kisaran umur 18-34 tahun dengan frekuensi waktu yang dihabiskan untuk bermain
social media yaitu selama tiga jam per hari dan kegiatan tersebut rutin
dilakukan setiap harinya. Angka tersebut membuktikan bahwa saat ini banyak
remaja yang mulai terpapar oleh beragam konten yang ada di social media.
Penggunaan
social media memang terbukti membantu semua pengguna, terlebih dalam mencari
informasi. Hanya dengan mengakses mesin pencari, mereka bisa dengan mudah dan
cepat mendapatkan segala informasi tersebut.
Terbukti
bahwa penggunaan social media memang memberikan segala kemudahan untuk seluruh
penggunanya. Namun, satu hal yang harus diwaspadai ialah dampak negative dari
penggunaan social media oleh para remaja atau anak-anak di bawah umur.
Kebebasan mengakses segala hal di social media bisa menjadi sebuah boomerang
apabila penggunanya tidak dapat menyaring berbagai informasi maupun konten di
dalamnya.
Apa Dampak Negative Penggunaan Social Media untuk Anak dan Remaja?
Dampak
dari kebebasan tersebut salah satunya yaitu banyak sekali anak-anak atau remaja
yang terpengaruh oleh trend ataupun konten di social media. Mulai dari cara
bicara, sikap, hingga berdampak pada attitude atau kesopanan seorang anak-anak
maupun remaja di dunia nyata.
Berdasarkan hasil pengamatan, salah satu dampak negative yang sangat rentan dari penggunaan social media oleh anak-anak dan remaja ialah kasus perundungan atau cyberbullying yang kerap terjadi. Dibalik akun anonym tersebut, semuanya bisa memberikan komentar tanpa tahu siapa dibalik pemilik akun tersebut. Tak sedikit juga yang kerap menjadi korban penipuan dengan berbagai modus.
Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya dampingan dari orang tua terhadap penggunaan gadget dan social media yang dimiliki oleh buah hatinya, sehingga mereka merasa bebas mengakses apapun.
Bagaimana Solusinya?
Untuk itu, penting adanya sebuah
regulasi yang ditetapkan oleh pihak terkait seperti pemerintah sebagai
regulator untuk membuat sebuah regulasi tentang penggunaan social media untuk
anak-anak atau remaja di bawah umur.
Regulasi
tersebut penting dilakukan untuk mencegah anak-anak maupun remaja terjerumus
lebih jauh ke dalam dampak negative dari penggunaan social media. Regulasi
tersebut seharusnya berisikan tentang Batasan dan peraturan tegas yang
membatasi penggunaan social media.
Contohnya, untuk bisa mengakses suatu social media seperti Tiktok dsb nya diperlukan sebuah identitas berupa KTP untuk mendaftarkannya. Batasan usia tersebut penting dilakukan untuk menyaring pengguna dan menghindari adanya pengguna yang masih di bawah umur. Dengan begitu maka angka pengguna social media yang berada di bawah umur akan berkurang dan perlahan-lahan dampak negative tersebut akan mulai berkurang.
Untuk
itu, perlu adanya sebuah regulasi yang mengatur tentang batas penggunaan social
media untuk remaja dan anak-anak. Selain regulasi yang kuat, penting juga untuk
mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah dari pihak yang bertanggung jawab
untuk memberikan edukasi terkait penggunaan social media yang bijak dan
bertanggung jawab. Setelah itu, pastikan juga peran orang tua dalam mengawasi
anak-anaknya dalam menggunakan gadget ataupun social media.
Pada intinya, perlu adanya pengawasan atau control dari berbagai pihak untuk mencegah adanya dampak negative dari penggunaan social media. Mulai dari pengawasan oleh orang tua, pihak terkait, hingga pentingnya literasi atau pemahaman lebih dari pihak orang tua kepada anak mengenai bahayanya dampak negative dari penggunaan social media tersebut.